Making GLobalization work

Posted: Desember 3, 2011 in Uncategorized

Tulisan ini merupakan resume dari buku yang berjudul “Making Globalization Work” yang ditulis oleh Joseph E. Stiglitz. Buku ini terbit pada tahun  2006 oleh penerbit W. W. Norton & Company, New York dan London. Buku ini berisi 358 halaman termasuk Kata Pengantar, Daftar Isi, Pendahuluan, Ilustrasi, contributor (figur dan tabel), Index dan simpulan, dengan ISBN 0-393-06122-1. Buku ini tergolong pada jenis Non-Fiksi.

            Secara garis besarnya, buku ini mencerminkan keyakinan Joseph terhadap proses demokrasi, di mana dalam proses globalisasi yang didominasi oleh perusahaan khusus dan kepentingan keuangan, warga negara yang memiliki informasi juga bisa untuk berbagi kepentingan yang sama dalam mewujudkan globalisasi. Sebab globalisasi merupakan alih peran antara pemerintah dan pasar, sehingga ia merupakan bidang yang berpotensi dalam menimbulkan konflik-konflik sosial dan diperlukan usaha yang konservatif atasnya untuk efisiensi ekonomi dan isu-isu ekuitas yang juga berkaitan dengan politik. Adapun regulasi dan intervensi pemerintah yang tepat tetap diperlukan walaupun telah terjadi pengalihan peran tersebut, yaitu ketika ada alternatif dan pilihan, proses politik demokratis harus menjadi pusat pengambilan keputusan-bukan teknokrat. Keberhasilan ekonomi memerlukan keseimbangan mendapatkan hak antara pemerintah dan pasar. Dan keseimbangan ini jelas mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan akan berbeda antara negara yang satu dengan negara yang lainnya. Namun, globalisasi memang diakui sering menyebabkan kesulitan dalam pencapaian keseimbangan tersebut.

Dalam mewujudkan globalisasi, Joseph berusaha menunjukkan bagaimana globalisasi dikelola dengan baik, seperti keberhasilan pengembangan di banyak negara Asia Timur, dan  bermanfaat baik untuk negara berkembang maupun negara maju di dunia. Dan globalisasi tidak harus berakibat buruk bagi lingkungan, meningkatkan ketidaksetaraan, melemahkan keragaman budaya, dan memajukan kepentingan korporasi dengan mengorbankan kesejahteraan warga biasa. Semua lembaga dan manusia tidak ada yang sempurna, dan tantangan yang harus dihadapi yaitu untuk belajar dari keberhasilan dan kegagalan.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s