TOBAT YANG SUNGGUH

Posted: Februari 27, 2011 in religion

dikutip dari: sebuah Homili yang ditulis pada abad kedua

Hendaknyalah kita bertobat dari dosa-dosa kita sementara kita masih di dunia. Apabila seorang tukang periuk tengah membuat sebuah bejana dan bejana itu rusak dalam tangan-tangannya, maka ia akan membentuknya kembali; tetapi begitu bejana ditempatkan dalam tungku, maka bejana tak dapat diperbaiki kembali. Tanah liat dalam tangan-tangan tukang periuk adalah gambaran diri kita sendiri; mengajarkan kepada kita bahwa, sementara masih di dunia ini, haruslah kita dengan segenap hati bertobat dari dosa-dosa yang dilakukan tubuh dan dengan demikian memungkinkan Tuhan menyelamatkan kita selagi ada waktu. Apabila kita telah meninggalkan dunia ini, kita tak akan lagi dapat bertobat dan mengakui dosa-dosa kita. Kita wajib melakukan kehendak Bapa, memelihara tubuh kita tetap murni, dan melakukan perintah-perintah Tuhan, sebab inilah jalan untuk memperoleh hidup yang kekal. Dalam Injil Tuhan bersabda: Jika engkau tidak setia dalam perkara-perkara kecil, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu perkara-perkara besar? Aku berkata kepadamu barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dengan kata lain, demi memperoleh hidup yang kekal, kita harus tetap murni dan memelihara meterai pembaptisan kita agar tak bercela.

Atau adakah seorang dari antara kalian yang mengatakan bahwa tubuh kita tak akan ambil bagian dalam penghakiman, ataupun bangkit kembali? Dalam apakah kalian diselamatkan? Dalam apakah kalian menerima penglihatanmu? Renungkanlah sejenak. Bukankah dalam tubuh itu sendiri? Tubuh kita adalah bait Allah, dan karenanya kita wajib menjaganya, sebab sebagaimana kita dipanggil dalam tubuh, demikian pula kita akan dihakimi dalam tubuh. Sebab Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, yang pada mulanya adalah roh, menjadi daging dan dengan cara ini memanggil kita, maka dalam daging kita inilah kita juga akan menerima ganjaran kita.

Oleh karenanya, marilah kita saling mengasihi satu sama lain, agar kita semua dapat mencapai kerajaan Allah. Sementara kita masih dapat disembuhkan, marilah kita menyerahkan diri kita ke dalam tangan-tangan dokter ilahi kita dan memberikan imbalan jasa kepada-Nya – imbalan jasa dukacita yang sungguh atas dosa-dosa kita. Sebab Ia yang mahatahu melihat apa yang ada dalam hati kita, marilah kita memuji Dia dengan hati kita pula dengan bibir kita. Maka Ia akan menerima kita sebagai anak-anak-Nya. Tuhan Sendiri telah bersabda: Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s