Posted: Februari 9, 2011 in religion

Akar Dosa: Kesombongan, Kesia-siaan dan Sensualitas
oleh: P. John Bartunek, LC, ThD

Saya masih belum dalam bimbingan rohani sekarang, tetapi bagaimanapun saya berusaha untuk menetapkan suatu program hidup. Mohon petunjuk bagaimana mengenali “akar dosa” saya.

Engkau sudah ada di jalan yang benar. Suatu program hidup tak ada artinya (sekurang-kurangnya nyaris tak ada artinya) tanpa kita mengenali akar dosa kita. Terkecuali kita memahami dinamisme yang mendasari kesalahan-kesalahan dan kejatuhan-kejatuhan yang kerap kita alami, kita tak akan pernah dapat mengatasinya secara cerdik. Halnya seperti berkebun. Apabila kita hendak mengenyahkan rumput-tumput liar, kita tak dapat sekedar mencabut batang-batangnya; kita harus memberantas hingga ke akar-akarnya. Jika tidak, kemajuan yang dicapai hanya bertahan sebentar dan tak kokoh, dan cepat atau lambat frustasi akan muncul.

Dalam upaya mengenali akar dosa, kebijaksanaan Gereja amatlah bermanfaat. Sepanjang abad-abad yang lewat, para penulis rohani telah mengenali tiga akar dosa yang mungkin. Akan tetapi, sebelum saya menjabarkannya, perlulah disampaikan satu klarifikasi. Semua kita, karena kodrat manusia kita yang rusak, mempunyai kecenderungan-kecenderungan dosa yang berhubungan dengan ketiga akar dosa itu. Mengatakan bahwa kita mempunyai suatu “akar dosa” berarti bahwa bagi tiap-tiap kita, satu dari ketiga akar dosa itu lebih dominan; lebih kuat dari yang lainnya dan mempunyai pengaruh yang lebih besar dalam perilaku kita sehari-hari.

Inilah ketiga akar dosa yang mungkin: kesombongan, kesia-siaan dan sensualitas. Kesombongan, dalam makna ini, menunjuk pada suatu kelekatan tak teratur pada keunggulan diri sendiri. Orang yang sombong cenderung mencari makna dan kepenuhan hidup dalam prestasi dan pencapaian mereka sendiri. Kesia-siaan adalah suatu kelekatan tak teratur pada pengakuan orang lain. Orang dengan akar dosa ini cenderung mencari makna dan kepenuhan hidup dalam dihargai dan disukai orang lain. Sensualitas adalah suatu kelekatan tak teratur pada kenyamanan, kemudahan dan kenikmatan. Orang sensual cenderung mencari makna dan kepenuhan hidup dalam cari enaknya dan sekedar menikmati hidup. Perhatikan bahwa masing-masing akar dosa ini merupakan suatu kelekatan tak teratur pada sesuatu. Sesuatu itu sendiri – prestasi, relasi dan kesenangan – tidaklah jahat. Masalah timbul ketika kita mencari makna dan kepenuhan hidup dalam realita-relaita ciptaan yang sementara itu. Sesungguhnya, kita diciptakan dan dipanggil untuk mencari makna dan kepenuhan hidup kita hanya dalam Allah saja, dalam hubungan yang semakin akrab mesra dengan-Nya. Prestasi, relasi dan kesenangan hendaknya diarahkan dan ditujukan pada prinsip dan dasar hidup kita. Sebagaimana dinyatakan dalam Katekismus Gereja Katolik, #27:

“Kerinduan akan Allah sudah terukir dalam hati manusia karena manusia diciptakan oleh Allah dan untuk Allah. Allah tidak henti-hentinya menarik dia kepada Diri-Nya. Hanya dalam Allah manusia dapat menemukan kebenaran dan kebahagiaan yang dicarinya terus-menerus.”

Di samping itu, adalah penting menyadari bahwa masing-masing kita mempunyai kecenderungan yang muncul dari kesombongan, kesia-siaan dan sensualitas. Tak seorang pun dari kita terbebas darinya, sebab kita semua telah mewarisi kodrat manusia yang rusak. Namun demikian, dalam masing-masing kita, satu dari ketiganya pada umumnya lebih dominan. Jika kita dapat mengenali yang manakah itu, kita dapat terlebih baik dalam mengarahkan upaya kita untuk bertumbuh secara rohani; kita dapat berjuang untuk mengembangkan keutamaan-keutamaan yang menindas penyebab, akar, dari kejatuhan-kejatuhan dan kesalahan-kesalahan kita. Kita dapat mengenali akar dosa ini, yang juga disebut “cacat dominan” oleh sebagian para penulis rohani, dengan melihat manifestasi umum dari masing-masing akar dosa. Manifestasi yang paling kuat dalam hidupmu dapat memberimu petunjuk akan akar dosamu.

Di bawah ini terdapat suatu daftar dari manifestasi umum ketiga akar dosa ini. Bacalah sekali dengan cepat dan buatlah catatan pada manifestasi yang paling menjadi cirimu. Kalian akan mendapati bahwa terkadang kalian jatuh dalam semua manifestasi itu, tetapi beberapa manifestasi akan muncul sebagai yang teristimewa umum atau kuat dalam hidupmu. Yang manapun dari ketiga akar dosa yang paling banyak manifestasinya, kemungkinan besar, itulah akar dosamu. Sementara kalian mengerjakan latihan ini, mungkin kalian akan mendapatinya lebih sulit dari yang kalian pikirkan. Itu karena pengetahuan mengenai diri sendiri dapat menjebak. Dan itulah yang menjadi salah satu alasan paling mendesak untuk mendapatkan seorang pembimbing rohani guna membantu kita obyektif dalam perkembangan rohani kita. Saya berharap kalian terus mencari, dan berdoa agar kiranya Allah membimbingmu mendapatkan seorang pembimbing rohani.

Manifestasi Umum Kesombongan:

terlalu tinggi menilai diri sendiri
jengkel terhadap mereka yang menentangku, tidak membiarkan diriku dibantah
marah jika caraku tidak tercapai atau aku tidak diperhitungkan
mudah mengkritik, menjatuhkan orang, bergosip tentang mereka
lambat mengenali kesalahanmu sendiri, atau melihat bahwa aku menyakiti yang lain, dan tak mampu meminta dan memberi pengampunan
marah jika yang lain tak berterimakasih atas bantuanku
enggan melayani, memberontak terhadap apa yang tidak aku sukai
tak sabar, ambil jarak, kasar dalam hubunganku sehari-hari dengan sesama
berpikir bahwa akulah satu-satunya yang tahu bagaimana melakukan hal yang benar, enggan menerima pertolongan orang lain
besar kepala atas kecemerlangan dan kepandaianku sendiri, mengacuhkan apa yang tak aku mengerti atau apa yang dipandang secara berbeda oleh orang lain
tak merasa membutuhkan Allah, meski aku memanjatkan doa-doa
menyimpan dendam, bahkan dalam perkara-perkara kecil
tak pernah mentaati perintah
tak fleksibel dalam preferensi
senantiasa menomorsatukan diriku dan perkara-perkaraku, acuh terhadap yang lain dan kebutuhan mereka, enggan bersusah-payah menolong mereka
memusatkan segalanya (pembicaraan, pilihan…) pada diriku dan seleraku
perhitungan dalam hubunganku dengan Allah dan dengan sesama

Manifestasi Umum Kesia-siaan:

senantiasa mencari sanjungan dan pujian, gelisah bila tak mendapatkannya
perhatian berlebihan pada penampilan fisik
dikendalikan oleh pendapat orang lain, dan bukan oleh prinsip (ini terkadang disebut “hormat manusia”)
peduli akan penampilan di hadapan yang lain
mengurbankan prinsip demi dapat diterima
terlalu menjunjung tinggi popularitas dan pengakuan
mudah patah semangat dalam kegagalan
senang mendengar gosip dan kegagalan orang lain
senantiasa ingin menjadi pusat perhatian, terkadang dengan memutarbalikkan kebenaran, atau terang-terangan berbohong, atau menggunakan kata-kata pedas demi mendapatkannya

Manifestasi Umum Sensualitas:

malas
selalu memilih yang paling nyaman, yang membutuhkan paling sedikit usaha
tak bersedia bersusah-payah bagi yang lain
menunda-nunda, semuanya dilakukan pada menit terakhir
berkeluh-kesah, berlebihan dalam menanggapi ketidaknyamanan yang remeh
tak mau berkorban
tak ikut ambil bagian dalam pekerjaan di rumah
selalu mengharap orang lain melayaniku
perilaku dan keputusan ditentukan oleh perasaan dan mood, bukan oleh prinsip-prinsip
banyak melamun dengan diriku sendiri sebagai pusatnya
tak dapat mengendalikan pikiran-pikiranku apabila itu memikatku, meski jika pikiran-pikiran itu tidak baik
melakukan hanya apa yang aku suka (pilih-pilih makanan, pekerjaan, dll)
keingintahuan yang besar dan tak terkendali, ingin melihat serta mengalami semua dan segala kesenangan
hasrat dan dorongan hatiku mengesampingkan apa yang aku tahu sebagai benar atau salah
melampiaskan perasaan-perasaanku (frustasi, hasrat, …) tanpa mengindahkan hati nurani, Tuhan maupun sesama
hanya bergaul dengan mereka yang aku sukai, mudah tersinggung
plin-plan dan tidak teguh
tak pernah dapat menyelesaikan apa yang aku mulai

Damai Kristus, P John Bartunek, LC

sumber : “How can I identify my root sin?” by Father John Bartunek, LC; Copyright © 2010 Catholic Spiritual Direction; http://rcspiritualdirection.com/blog
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net atas ijin Catholic Spiritual Direction”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s